Kamis, 15 Oktober 2009

Kejujuran sang lman..............

Kejujuran Sang Imam
source: www.aswaja.net



Selepas sholat subuh, Imam Hanafi bersiap membuka tokonya, di pusat kota kufah. Diperiksanya dengan cermat pakaian dan kain yang akan dijual. Sewaktu menemukan pakaian yang cacat, ia segera menyisihkannya dan meletakkannya di tempat yang terbuka. Supaya kalau ada yang akan membeli, ia dapat memperlihatkannya.

Ketika hari mulai siang, banyak pengunjung yang datang ke tokonya untuk membeli barang dagangannya. Tapi, ada juga yang hanya memilih-milih saja.

"Mari silakan, dilihat dulu barangnya. Mungkin ada yang disukai,"tawar Imam Hanafi tersenyum ramah.

Seorang pengunjung tertarik pada pakaian yang tergantung di pojok kiri.

"Bolehkah aku melihat pakaian itu?" tanya perempuan itu. Imam Hanafi segera mengambilkannya.

"Berapa harganya?"tanyanya sambil memandangi pakaian itu. Pakaian ini memang bagus. Tapi, ada sedikit cacat di bagian lengannya."Imam Hanafi memperlihatkan cacat yang hampir tak tampak pada pakaian itu.

"Sayang sekali."perempuan itu tampak kecewa.

"Kenapa Tuan menjual pakaian yang ada cacatnya?"

"Kain ini sangat bagus dan sedang digemari. Walaupun demikian karena ada cacat sedikit harus saya perlihatkan. Untuk itu saya menjualnya separuh harga saja."

"Aku tak jadi membelinya. Akan kucari yang lain,"katanya.

"Tidak apa-apa, terima kasih,"sahut Imam Hanafi tetap tersenyum dalam hati, perempuan itu memuji kejujuran pedagang itu. Tidak banyak pedagang sejujur dia. Mereka sering menyembunyikan kecacatan barang dagangannya.

Sementara itu ada seorang perempuan tua, sejak tadi memperhatikan sebuah baju di rak. Berulang-ulang dipegangnya baju itu. Lalu diletakkan kembali. Imam Hanafi lalu menghampirinya.

"Silakan, baju itu bahannya halus sekali. Harganya pun tak begitu mahal."

"Memang, saya pun sangat menyukainya." Orang itu meletakkan baju di rak. Wajahnya kelihatan sedih. "Tapi saya tidak mampu membelinya. Saya ini orang miskin,"katanya lagi.

Imam Hanafi merasa iba. Orang itu begitu menyukai baju ini, saya akan menghadiahkannya untuk ibu,"kata Imam Hanafi.

"Benarkah? Apa tuan tidak akan rugi?"

"Alhamdulillah, Allah sudah memberi saya rezeki yang lebih."Lalu, Imam Hanafi membungkus baju itu dan memberikannya pada orang tersebut.

"Terima kasih, Anda sungguh dermawan. Semoga Allah memberkahi." Tak henti-hentinya orang miskin itu berterima kasih.

Menjelang tengah hari, Imam Hanafi bersiap akan mengajar. Selain berdagang, ia mempunyai majelis pengajian yang selalu ramai dipenuhi orang-orang yang menuntut ilmu. Ia lalu menitipkan tokonya pada seorang sahabatnya sesama pedagang.

Sebelum pergi, Imam Hanafi berpesan pada sahabatnya agar mengingatkan pada pembeli kain yang ada cacatnya itu.

"Perlihatkan pada pembeli bahwa pakaian ini ada cacat di bagian lengannya. Berikan separo harga saja," kata Imam Hanafi. Sahabatnya mengangguk. Imam Hanafi pun berangkat ke majelis pengajian.

Sesudah hari gelap ia baru kembali ke tokonya.

"Hanafi, hari ini cukup banyak yang mengunjungi tokomu. O, iya! Pakaian yang itu juga sudah dibeli orang,"kata sahabatnya menunjuk tempat pakaian yang ada cacatnya.

"Apa kau perlihatkan kalau pada bagian lengannya ada sedikit cacat?" tanya Hanafi.

"Masya Allah aku lupa memberitahunya. Pakaian itu sudah dibelinya dengan harga penuh."sahabatnya sangat menyesal.

Hanafi menanyakan ciri-ciri orang yang membeli pakaian itu. Dan ia pun bergegas mencarinya untuk mengembalikan sebagian uangnya.

"Ya Allah! Aku sudah menzhaliminya,"ucap Imam Hanafi.

Sampai larut malam, Imam Hanafi mencari orang itu kesana-kemari. Tapi tak berhasil ditemui. Imam Hanafi amat sedih.

Di pinggir jalan tampak seorang pengemis tua dan miskin duduk seorang diri. Tanpa berpikir panjang lagi, ia sedekahkan uang penjualan pakaian yang sedikit cacat itu semuanya.

"Kuniatkan sedekah ini dan pahalanya untuk orang yang membeli pakaian bercacat itu,"ucap Imam Hanafi. Ia merasa tidak berhak terhadap uang hasil penjualan pakaian itu.

Imam Hanafi berjanji tidak akan menitipkan lagi tokonya pada orang lain.

Keesokan harinya Imam Hanafi kedatangan utusan seorang pejabat pemerintah. Pejabat itu memberikan hadiah uang sebanyak 10.000 dirham sebagai tanda terima kasih. Rupanya sang ayah merasa bangga anaknya bisa berguru pada Imam Hanafi di majelis pengajiannya. Imam Hanafi menyimpan uang sebanyak itu disudut rumahnya. Ia tidak pernah menggunakan uang itu untuk keperluannya atau menyedekahkannya sedikitpun pada fakir miskin.

Seorang tetangganya merasa aneh melihat hadiah uang itu masih utuh.

"Kenapa Anda tidak memakainya atau menyedekahkannya?" tanyanya.

"Tidak, Aku khawatir uang itu adalah uang haram," kata Imam Hanafi.

Barulah tetangganya mengerti kenapa Imam Hanafi berbuat begitu. Uang itu pun tetap tersimpan disudut rumahnya. Setelah beliau wafat, hadiah uang tersebut dikembalikan lagi kepada yang memberinya.

Rabu, 14 Oktober 2009

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama.



Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar
bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan
kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki
itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.
Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar
diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki
itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan
pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya,
membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat
darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang
raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.
Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi
laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah
istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab
yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan
akhirat.
Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran
api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari
liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari,
bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke
langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu
istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang
malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan
terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan
uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga,
memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan
darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama
24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan
penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara
rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal
itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena
(mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari
semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi
berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar.
Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata
busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang
pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada
yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri.
Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan
bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang
menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas
agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan
pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas
membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang
membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan
tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras,
beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi.
Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur
asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam
melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi
anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan
memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran
bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun
terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri
si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik
untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci
suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya
ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah
tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api
neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak,
menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri,
tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela
dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya,
barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga
tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.
Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak
hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi
keluarganya

**** Diolah dari Cahaya Iman, edisi kamis, 30 November 2006-11-30, Bersama Ustad Cinta di Indosiar pukul 04:30 ***

Minggu, 11 Oktober 2009

Tips Meredam Marah

Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah s.a.w. bersabda "Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai" (H.R. Ahmad). DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan "Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah" (H.R. Malik).

Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan :
1. Membaca Ta'awwudz. Rasulullah bersabda "Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu "A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim" "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk" (H.R. Bukhari Muslim).

2. Berwudlu. Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abud Dawud).

3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakan"Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah" (H.R. Abu Dawud).

4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (H.R. Ahmad).

5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di
lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (H.R. Tirmidzi)

Bunda...................
HORMATI IBUMU Allah mempunyai maksud tertentu ketika menciptakan manusia, dan maksud tersebut menjadi Tugas bagi setiap Manusia yang dilahirkan di muka bumi. Agar masing-masing manusia dapat menjalankan tugas yang diembannya. Allah tidak pernah lupa untuk memberikan "fasilitas" yang unik kepada masing-masing Orang yang kemudian dinamakan "Bakat". Kalau saja setiap manusia bisa menemukan "bakat"-nya masing-masing, berarti bahwa kita bisa menemukan "jalan" sukses masing-masing. Dan untuk bisa mendapat tiket masuk ke jalan tersebut, dibutuhkan "Do'a Ibu", karena Ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di mata Allah. Kita harus bisa menjaga perilaku, dengan cara memelihara silaturrachmi dengan Orangtua kita. Amiin. Kenanglah Ibu yang menyayangimu... Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi... Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu... Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu..? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit..? Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu. Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang. Segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kian larut. Jangan biarkan engkau kehilangan saat yang akan kau rindukan di masa datang ketika ibu telah tiada... Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita... Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia... Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya. Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan... Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit... Tak ada lagi dan tak ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu di setiap hembusan nafasnya... Kembalilah segera... Peluklah ibu yang selalu menyayangimu... Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya. Sahabat... berdo'alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya. Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang, kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu... Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya... Ibu... maafkan aku... Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas.

Selasa, 30 Juni 2009

Liburan ke Puncak

Liburan kali ini akan kita isi dg Silaturahmi keluarga Boest, meskipun liburan pertama Tanpa kehadiran Kak Syaiful (Dajang) yg sdh mendahului kita hampir setahun yg lalu, Mudah2an kakak ku Tersayang, diberikan kelapangan n Kenikmatan di alam sana Amin...
Sabtu 27 Juni, jam 6.30 wib. Kita berangkat bertujuh dari Bandung, menuju Villa Aries Biru di Cisarua-Puncak, Sebelumnya mampir dulu ke Padalarang..............
Setelah melalui jalan tol yg panjang, dan Tol Jagorawi yg muacet, akhirnya jam 10.30 wib kita nyampe di Villa (Kloter pertama yaitu Kel.Dajang n Kel. Susi), yg disambut ama suara Burung Elang, kakaktua, monyet, dll........
Serasa di kampung halaman dech, karena ada persawahan, suara gemericik air, disertai kicauan burung...
Berikutnya Datanglah Kloter kedua (Nida n Kel.) Sembari menunggu kloter yg lain, kita Sholat Zhuhur dulu diteruskan makan nasi kotak dengan menu Tunjang n teman2.........Hmmm, mudah2an klesterolnya aman nich..........
Sekita jam 14.00. Kloter ketiga (pipit n kel.) nyampe juga di Villa, dg membawa Berbagai macam bawaan yg sejubel dech..........
Sehabis Sholat Ashar, kelompok anak2 mulai menceburkan diri ke kolam renang, meskipun airnya dingin........ Sembari berenang Kloter keempat (Kel. Dazal) datang. Akhirnya semua keluarga sdh berkumpul, kita teruskan sholat Magrib n makan malam...................
Acara dilanjutkan dg Karokean, maen kartu, main monopoli n Bilyard.................. Setelah cuapek kita siap2 istirahat, ngumpulin tenaga buat esok hari........
Pagi... selesai sarapan, kita akan pergi ke curug, cilember dg 3 mobi, dilanjutkan jalan kaki ketempat yg ada air terjunnya, penuh bebatuan............ngeri sich, tapi karena anak2 mo main air akhirnya dg modal nekat, kita menginjak batu2 yg lumayan licin ke arah air terjun........ airnya dingin.... sekali, tapi asyik lah..............Kita foto2, basah2, pokoknya anak2 senang n bahagia..........
sebelum siang kita sdh nyampe di Villa biru, anak2 berenang lagi, para ibu2 berkaroke n bilyar. acara selanjutnya sholat, makan n istirahat.
Sore stelah Ashar anak2 berenang lagi. Sedangkan Bapak2, Ibu2 n anak2 remaja maen basket dg ...... score 30 - 24............. Karena faktor umur emak n bapak sdh ngos2an, akhirnya kita akhiri maennya dilanjutkan istirahat, Sholat n makan malam..............
Senin Tgl 29, semua kloter sibuk merawat anak2 yg masuk angin, panas n diare................Tapi tetap liburan yg penuh tawa canda, meskipun hampir semua pada sakit..............
Ngak kerasa sudah saatnya semua kloter siap2 berangkat pulang............
Alhamdulilah jam 14.00 wib. Semua kel. Boest sdh nyampe di rumah masing2....................
Terimakasih ya Allah, telah Engkau berikan nikmat n Karuniamu bagi kami, semoga hubungan silaturahmi n kekompakan kami bersaudara tetap abadi....................Amin...........

Selasa, 23 Juni 2009

Jumat, 19 Juni 2009

Bikin Brownies kukus ahhh..

Brownies Kukus

Biar nga lupa, bahannya mo dicatat dulu"

200 gram Terigu
400 gram gula pasir
8 butir telur
1/2 kaleng susu kental manis cokelat
300 ml minyak goreng atau pake margarine boleh juga...
1/2 botol pasta mocca
1/2 ons cokelat bubuk
1/2 sdt vanili
1 sdm SP
garam secukupnya


Caranya :

1.Ayak tepung terigu, cokelat bubuk dan SP sisihkan.
2.Kocok telur dan gula sampai larut masukkan point 1 aduk rata, tambahkan susu kental, pasta mocca, vanili dan garam, terakhir masukkan minyak goreng, campur rata,bagi menjadi 2 adonan.
3.Masukkan dalam loyang ukuran 22x22 cm yang telah dioles margarin tipis dan dialasi kertas roti.
4.Masukan adonan pertama, kukus selama 15 menit dengan api kecil,
setelah permukaan kering taburi keju parut, almond kepingan yang sudah diremukkan masukkan adonan kedua,
5.Kukus lebih kurang 30 menit ato hingga matang.

selesai dech.
selamat mencoba he.he.he

Service motor

Two days ago, aku dg semangat 45 , ceritanya mo nyervice motor.
Seharusnya 4 bulan yg lalu, tapi biasalah..... suka dimolor2,
Maklum dech sibuk sana-sini, spt Pengangguran banyak acara(Pengacara) :D
Akhirnya jam 10an aku berangkat juga dari rmh, tentunya dg penuh semangat.
Wwaw disana sdh berjubel yg ngantri, but apa boleh buat krn sdh wajib n kudu di service....

Aku daftarin motornya, dengan ngasihin surat service n STNK tentunya, disuruh nunggu neeh..
satu, dua, n seterusnya.......................... antri, ngak kerasa jam sdh menunjukan jam 12.00 wib, saat para teknisinya sdh mo istirahat............ yach sudahlah, sudah kepalang tanggung, walaupun menunggu itu membosankan, tetep dg semangat hehehe.....
Satu jamberikutnya, tepatnya jam 13.00 wib, tibalah saatnya my motor diservice..........
Sambil menunggu, ada telp. masuk, siapa neh.......
ohh, ternyata my son called me...........
mama msh lama? iya sayang ntar lagi yaa...
plg jam brp ma, katanya cuma sejam, ini sdh tiga jam.............
tunggu sejam lagi yaa, kan motornya baru mulai diservice....
ya dech, hati2 ya ma................
Mendapat telp. dari anak membuatku semangat lagi.. Sejam berikutnya selesai sdh..............
Akhirnya aku ke kasir, tentunya untuk bayar, ngak gratis lagi..
Sebelum Pulang aku mampir dulu buy something for my Son & my daughter...
kacian sdh ditinggal selama 4 jam, waktu yg cukup lama....
Akhirnya nyampe juga di rumah...
Home sweet home. thank god.......

Kamis, 18 Juni 2009

HOLIDAY

Yeay. Holiday. Ntar lagi liburan tiba..
Asyik :)
I have to decided went I have to go this holiday with my family.
But.. FYI, aku udah ngerencanain liburan gitu pergi ke puncak bareng sama keluarga aku.
Di puncak apa aja yaa..?
Hahaha. Atau ke Bali?
puncak atau bali?
Ya.. ntar lah gimana banyak suara yang ngomongnya aja. haha. :D
iyaa. berarti selama liburan tetep harus jaga anak-anak dong?
jadi pengasuh lagi hahaha :)
tiap hari juga jadi pengasuh kayanya tapi amal kok. HAHAHA :D (ketawa setan)

I want to go and buy all the stuff that I wanted.
And what about my money?
I hope my money enough to buy that stuff, isn't it?

Tapi sayang, liburan kali ini ga akan ada kakakku yang tersayang lagi,
but nothing we can't do anymore.
Something happened will never comes back. Yeaa, I agree with this statement.
Oke, jadi pada intinya sesuatu yang udah terjadi ga akan mungkin balik lagi, dan kita harus ngambil hikmahnya dari semua itu, isn't it?
Okee.. That's all about my first post :)

Please read it and give the comment :D
I will waiting for your comment, hhaha. hoping :)

Ponds White?

The First

Heihei :)
ini post pertamaku :)
di follow yaa..